Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Biosimposium International Core-to-core ke-2 dengan tema ‘Harnessing the Potential of Tropical Bioresources to Enhance Future Healthcare’ di Hotel Harris Denpasar, Bali. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu pada Kamis-Jum’at, 16-17 Oktober 2025.
Sebelumnya, kegiatan Biosimposium Internasional Core-to-Core pertama dengan tema ‘Bioactive Natural Product from Tropical Bioresources; Discovery and Development for Future Human Health Care’ dilaksanakan di Universitas Hiroshima, Jepang pada 25-27 November 2024.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antar berbagai institusi/instansi ternama meliputi Universitas Hiroshima, Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Hiroshima Centre for Health Aging (HiHA), Erasmus University Medical Centre dan Universitas Hasanuddin.
Kegiatan ini mempertemukan para ilmuwan dan akademisi dari berbagai institusi untuk membahas kemajuan di bidang kimia dan biologi bahan alam, ilmu farmasi, bioteknologi dan mikrobiologi, mikrobiologi klinis dan penyakit menular, ilmu pertanian dan lingkungan.
Prof. Muhammad Aswad, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt., selaku ketua panitia pelaksana kegiatan menyampaikan secara teknis agenda kegiatan selama 2 hari ini. Menurutnya, ada sekitar 30 peneliti/ilmuwan yang akan menyampaikan perkembangan terkini sesuai tema biosimposium ini. Disamping itu, Prof. Aswad menyampaikan juga bahwa kegiatan ini, merupakan rangkaian dari kegiatan Dies Natalis Universitas Hasanuddin ke-69.
“Pada hari pertama, Kamis, 16 Oktober 2025, setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan materi oleh keynote speaker, Prof. Kenji Arakawa (Hiroshima University, Jepang). Membawakan materi dengan judul ‘Manipulation of Signaling-Molecule-Dependent Regulatory Pathway for Genome Mining of Useful Bioactive Natural Products” ujarnya.
Selanjutnya, akan lanjut ke sesi pertama, invited speaker yang dipandu oleh moderator Prof. Yulia Yusrini Djabir, S.Si., M.B.M. Sc., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Farmasi Unhas. Ada 3 invited speaker yaitu Prof. Tohru Dairi (Hokkaido University, Jepang) akan membawakan materi dengan judul ‘New Enzymatic Chemistries Involved in Biosynthesis of a Valuable Old Medicine, 5-Azacytidine’. Bersama Prof. Ikuro Abe (The University of Tokyo, Japan) dengan judul materi ‘Unusual Enzyme Reactions in Natural Product Biosynthesis’ dan Prof. Taifo Mahmud (Oregon State University, U.S.A.) dengan judul materi ‘Accelerating Drug Discovery through Genetic Engineering and Genome Mining’.
Lebih lanjut, Prof. Aswad menjelaskan bahwa setelah sesi pertama, maka akan dilanjutkan ke sesi kedua invited speaker yang dipandu oleh moderator Yunialthy Dwia Pertiwi, Ph.D. Pemateri invited speakernya meliputi Prof. Eung-Soo Kim (Inha University, Korea) dengan judul materi ‘Genome to Natural Products (GtNP) in Actinobacteria: Case Studies in Industry-Academia Collaboration’. Bersama dengan Prof. S.F.T (Steven) THIJSEN (Erasmus University Medical Center, the Netherlands) dengan judul materi ‘Antimicrobial resistance (AMR) in The Netherlands’ dan Abdul Rahim, S.Si., M.Si., Ph.D (Hasanuddin University, Indonesia). Selanjutnya, kegiatan presentasi oral dan poster oleh berbagai peneliti/ilmuwan delegasi dari Jepang, AS, Korea Selatan, Belanda, Vietnam, Filipina, dan Indonesia.
“Pada hari Jum’at, 17 November 2025, kegiatan akan dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster dari berbagai peneliti/ilmuwan delegasi dari Jepang, AS, Korea Selatan, Belanda, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Nantinya, akan terpilih oral dan poster terbaik dalam kegiatan ini” ujar lebih lanjut Prof. Aswad.
Menariknya, Universitas Hasanuddin selaku host kegiatan, tetapi beberapa kampus lainnya di Indonesia turut berkontribusi sebagai co-host meliputi Universitas Almarisah Madani, Universitas Muslim Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salewangan Maros dan Universitas Udayana.
Beberapa perusahaan ternama juga ikut mendukung pelaksanaan kegiatan ini seperti PT. Kromtekindo Utama, PT. Dexa Medica, PT. Ditek Jaya, PT. Java Medika Utama, PT. Wiralab Analitika Solusindo, dan PT Metrohm Indonesia. Kolaborasi antar instasi/institusi terjalin sangat kuat dalam kegiatan ini.
Prof. Aswad selaku ketua panitia kegiatan sangat berharap bahwa kegiatan simposium ini, bukan hanya untuk memfasilitasi diseminasi kemajuan penelitian, tetapi lebih dari itu, kegiatan yang mempertemukan berbagai peneliti, akademisi dan ilmuwan dari Jepang, AS, Korea Selatan, Belanda, Vietnam, Filipina, dan Indonesia akan menciptakan ruang kolaborasi baru di masa mendatang.
Editor: Aminullah















