Tim PKM-RE Fakultas Farmasi Unhas: Menggali Potensi Antibakteri Lengkuas Melalui Lalat Buah

Tim Riset Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin telah meluncurkan penelitian terobosan dengan memanfaatkan lalat buah (Drosophila melanogaster) untuk menguji senyawa antibakteri dari bahan alam.

Lengkuas atau Alpinia galanga dikenal luas oleh masyarakat. Beberapa penelitian telah mengungkap berbagai potensi lengkuas khususnya sebagai antibakteri sehingga dijadikan sebagai kandidat utama senyawa uji.

Lalat buah yang sering dianggap sebagai hama, ternyata menyimpan potensi besar dalam penelitian ilmiah. Dengan siklus hidup yang singkat, pemeliharaan yang mudah, dan jalur biokimia yang mirip dengan manusia, lalat buah menjadi model ideal untuk penelitian genetika dan farmakologi.

Tim riset PKM-RE Fakultas Farmasi Unhas yang diketuai oleh Arzyumar Abil Akhsa, bersama anggota Dwi Adinda Putri Alfindha, Afifah Fadhilah Saniy, Nurul Hidayah, dan Peter KinThios, berencana memanfaatkan lalat buah untuk skrining awal senyawa antibakteri dari lengkuas.

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi efek senyawa aktif lengkuas terhadap bakteri patogen MRSA yang telah menunjukkan resistensi terhadap berbagai antibiotik.

“Lengkuas terlebih dahulu diekstraksi menggunakan pelarut n-heksan untuk memperoleh kandungan senyawa kimia dan minyak atsiri yang terdapat pada lengkuas yang dilaporkan memberikan peran besar sebagai antibakteri. Setelah itu, barulah dilakukan pengujian in vivo pada Drosophila melanogaster yang telah diinfeksi MRSA lalu selanjutnya dikonfirmasi kembali efek antibakterinya menggunakan pengujian pada tikus” ujarnya Arzyumar menjelaskan teknis penelitian yang akan dilakukan dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Arzyumar menekankan kalau metode penelitian yang dilakukan ini, dapat meningkatkan efektifitas pengujian antibakteri dari bahan alam.

“Dengan metode ini, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi pengujian sambil memastikan efektivitas hasilnya,” terang Arzyumar.

Dipandu oleh Prof. apt. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., penelitian ini mendapat dukungan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta dukungan laboratorium di Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran UNHAS. Setelah tahap awal ini, efek antibakteri ekstrak lengkuas akan diuji lebih lanjut pada mamalia untuk verifikasi lebih mendalam.

Tentunya, hasil penelitian ini, diharapkan akan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, tim ini juga berharap agar dapat mempublikasikan hasil penelitian dalam jurnal ilmiah internasional.

Langkah inovatif dari Tim Riset PKM-RE UNHAS tidak hanya memberikan kontribusi berharga dalam sains, tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam penemuan obat-obatan.

Penulis : Satria Astazaury Awal
Editor : Aminullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *