Tim Dosen Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan produk inovasi dengan mengembangkan minuman kesehatan dan kosmetik berbasis herbal bawang dayak (Eleutherina americana). Masyarakat di Indonesia belum banyak mengenal khasiat dari herbal bawang dayak.
Tim dosen yang terlibat sebagai peneliti dan pengabdi dalam mengembangkan produk inovasi ini, dikomandoi oleh apt. Dra. Ermina Pakki, M.Si. Adapun anggotanya yaitu Prof. Dr. apt. Sartini, M.Si.; Dr. Erlina P, MA.; Dr. apt. Herlina Rante, M.Si.; Dr. apt. Risfah Yulianty, M.Si.; apt. Muhammad Aswad, S.Si., M.Si., Ph.D.; dan apt. Muhammad Raihan, S.Si., M.Sc.Stud.
Ketua tim peneliti, apt. Dra. Ermina Pakki, M.Si. menjelaskan bahwa produk minuman kesehatan dan kosmetik yang mereka buat memiliki banyak keunggulan sehingga berpotensi besar laku di pasaran. Menurutnya, produk inovasi ini hadir berdasarkan hasil pengalaman empiris, penelusuran artikel ilmiah dan didukung hasil riset yang telah dilakukan oleh timnya.
“Produk inovasi ini didukung oleh data-data penelitian dari tim kami. Hasil penelitian tim kami menunjukkan bahwa umbi bawang dayak ini memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Disamping itu, umbi bawang dayak dapat meningkatkan sistem imun, meningkatkan kadar Imunoglobulin G dan dapat digunakan untuk mencegah penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi dan kolesterol. Kami yakin, produk inovasi minuman kesehatan dan kosmetik dari bawang dayak ini termasuk ‘produk unggulan baru’ yang berpotensi laku di pasaran” ujarnya.
Lebih lanjut, apt. Dra. Ermina Pakki, M.Si. menjelaskan bahwa pengembangan produk ini mendapatkan bantuan dana dari Universitas Hasanuddin melalui Program Pengabdian Masyarakat Unhas dengan skim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK). Menurutnya, produk inovasi ini akan menjadi salah satu produk unggulan dari Center of Excellence Fakultas Farmasi Unhas.
“Center of Excellence Fakultas Farmasi sejak dibentuk terus berkembang dengan baik. Beberapa produk telah dipatenkan dan sangat berpotensi untuk dipasarkan. Tahun 2024 ini, melalui pendanaan dari Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus memberikan dukungan dalam menghasilkan produk sediaan farmasi berbasis umbi bawang dayak. Harapannya, Center of Excellence Fakultas Farmasi Unhas dapat mewujudkan hirilisasi produk-produk intelektual dosen dan mahasiswa dengan memproduksi sediaan-sediaan berbasis herbal serta sebagai wadah untuk berwirausaha” ujarnya.
Fakultas Farmasi Unhas telah membentuk unit Center of Excellence (CoE) sejak tahun 2017. Tujuannya untuk memproduksi sediaan farmasi berbasis herbal dan sintetik yang merupakan hasil penelitian dosen dan mahasiswa. Unit ini membawahi 3 bagian produksi yaitu: sediaan herbal, antiseptik/desinfektan, dan kosmetik. Beberapa produk telah berhasil dipatenkan dan beberapa lainnya, dalam proses paten. Produk tersebut sangat berpotensi untuk dipasarkan karena sudah cukup data ilmiah yang dibutuhkan untuk pendaftaran suatu produk jamu, herbal terstandar, food suplemen atau minuman kesehatan dan kosmetik.
Pembuatan minuman kesehatan dan kosmetik dengan herbal bawang Dayak
Ada 2 produk yang telah dihasilkan berupa minuman kesehatan (serbuk granul sachet) dan kosmetik (krim lulur). Bahan baku utamanya ialah umbi bawang dayak yang mudah diperoleh karena telah banyak dibudidayakan di pulau Kalimantan, kabupaten Gowa dan Makassar.
Proses produksi minuman kesehatan dan krim lulur berbasis herbal bawang dayak dibagi dalam 4 tahapan yaitu (1) Input dengan mendata kebutuhan alat bahan yang diperlukan untuk produksi, (2) Pemrosesan yaitu bahan baku utama mengalami proses ekstraksi, pengeringan dan ekstrak terenkapsulasi serta penambahan bahan penunjang, (3) Output berupa produk minuman dan krim lulur dan (4) Pengemasan yaitu melakukan pengemasan pada produk yang diperoleh sehingga tampilannya lebih menarik.
Tahap awal kegiatan yang dilakukan berupa produksi skala laboratorium dengan menggunakan sarana-prasarana yang ada di Fakultas Farmasi Unhas, meliputi ruang produksi, oven pengering simplisia, sarana dan prasarana untuk pengujian kimia, dan mikrobiologi. Adapun proses pembuatan minuman instant melalui kerja sama dengan industri obat tradisional yang ada di Sulawesi Selatan, yaitu: PT. Ismut Fitomedika Indonesia.
Tim liput: Aminullah















