apt. Andi Arjuna, S.Si., M.Na.Sc.T., Ph.D.
Dosen Fakultas Farmasi Unhas
Melaporkan dari Kabupaten Barru
Tim IDEAoks dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Intensifikasi Edukasi dan Advokasi Penggunaan Obat, Kosmetika, dan Suplemen Makanan Aman bagi Masyarakat Sekolah” di SMA Negeri 4 Barru, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Program ini berlangsung sejak Juni hingga September 2025 dengan melibatkan dosen lintas fakultas, mahasiswa, dan seluruh komunitas sekolah.
Kegiatan ini dipimpin oleh apt. Andi Arjuna, S.Si., M.Na.Sc.T., Ph.D. (Fakultas Farmasi) selaku Ketua Tim, bersama sembilan anggota dari Fakultas Farmasi, dan melibatkan dosen dari Fakultas Hukum, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini juga melibatkan tujuh orang mahasiswa sebagai fasilitator.
Program ini merupakan bagian dari skema pendanaan Program Pengabdian Pada Masyarakat-Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PKM) Universitas Hasanuddin tahun 2025.
apt. Andi Arjuna, Ph.D. menegaskan bahwa kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekolah khususnya siswa-siswi sekolah agar memiliki pengetahuan yang baik sehingga terhindar dari penggunaan obat, kosmetik dan suplemen yang ilegal.
“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan yang kritis dan berbasis bukti, sehingga mereka tidak menjadi korban dari produk obat, kosmetik, dan suplemen yang tidak aman. Pendekatan kami interdisipliner dari aspek kesehatan, hukum, hingga ekonomi,” ungkap Andi Arjuna.
Lebih lanjut, Andi Arjuna menyampaikan terkait tahapan yang dilakukan dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahap utama.
Tahap pertama, dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2025 berupa pengumpulan data awal dan reidentifikasi kebutuhan masyarakat sekolah.
“Dalam kegiatan ini, tepatnya di 23 Juli, tim berdialog dengan Kepala SMA Negeri 4 Barru, wakil kepala sekolah, para guru, serta pengurus OSIS. Hasil survei menunjukkan bahwa 63% responden belum memahami urgensi membedakan obat generik, dan bermerek, serta klasifikasi obat termasuk alasan antibiotik tidak boleh dibeli bebas. Sebanyak 75% siswa juga mengaku tidak memperhatikan kandungan kosmetik yang mereka gunakan, sementara suplemen lebih banyak dipilih berdasarkan harga dan ketersediaan, bukan keamanan atau kandungan gizinya” ungkapnya.
Selanjutnya, tahap kedua dilaksanakan pada 11 Agustus 2025. Kegiatan difokuskan pada intensifikasi edukasi dan advokasi melalui metode focus group discussion dan role play di lima kelas paralel, masing-masing diikuti 20 siswa dan 3–4 guru pendamping. Sesi interaktif ini menghadirkan pakar farmakologi, hukum konsumen, dan ekonomi untuk mendiskusikan kasus nyata yang sering dihadapi siswa dan keluarga mereka.
Tahap ketiga, dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 yang merupakan tahap evaluasi. Hasil aktivitas menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Tim juga menyerahkan cenderamata dan buku saku edukasi kepada pihak sekolah sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan.
Puncaknya, pada tahap keempat, yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin. Kegiatan expo dan presentasi hasil program dihadiri oleh pimpinan universitas, Bupati dan Wakil Bupati Barru. Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah lain di Kabupaten Barru.
Hasby, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 4 Barru menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru ditengah maraknya informasi obat, kosmetik dan suplemen di media sosial.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Banyak dari mereka juga kami kadang-kadang menerima informasi yang keliru dari media sosial. Semoga setelah kegiatan ini, mereka menjadi lebih kritis dan tahu bagaimana memilih produk yang aman dan legal,” ujarnya.
Program ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat. Kolaborasi multidisiplin yang melibatkan bidang farmasi, hukum, dan ekonomi juga menjadikan pendekatan ini lebih menyeluruh dan kontekstual.
“Harapan kami, SMA Negeri 4 Barru menjadi titik awal lahirnya kader-kader muda yang mampu menjadi duta kesehatan di lingkungan sekolah dan masyarakatnya,” tutup Andi Arjuna.
Editor: Aminullah









