Makassar — Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan alami, kencur (Kaempferia galanga L.) kembali menjadi perhatian sebagai salah satu tanaman herbal lokal yang memiliki manfaat kesehatan dan mudah diolah di rumah. Tanaman rimpang ini telah lama digunakan dalam jamu tradisional dan kini didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.
Kencur diketahui mengandung senyawa aktif seperti minyak atsiri, flavonoid, serta ethyl p-methoxycinnamate yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan (Zhao et al., 2021). Kandungan tersebut menjadikan kencur relevan dimanfaatkan sebagai pendukung kesehatan masyarakat.
Membantu Mengatasi Keluhan Sehari-hari
Dalam praktik tradisional, kencur banyak digunakan untuk meredakan pegal dan nyeri otot. Pengolahannya pun tergolong sederhana, yakni dengan menumbuk rimpang segar lalu menyeduhnya dengan air hangat atau menggunakannya sebagai baluran pada bagian tubuh yang terasa nyeri. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kencur memiliki efek antiinflamasi yang mendukung penggunaan ini (Zhao et al., 2021).
Selain itu, kencur juga umum dimanfaatkan untuk membantu meredakan batuk dan masuk angin. Parutan kencur yang diseduh air hangat dan ditambahkan madu dipercaya membantu menghangatkan tubuh dan melegakan tenggorokan. Pemanfaatan ini sejalan dengan laporan etnofarmakologi mengenai penggunaan kencur pada gangguan saluran pernapasan ringan (Limyati & Juniar, 1998).
Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Daya Tahan Tubuh
Untuk keluhan pencernaan ringan seperti kembung, kencur dapat direbus dan air rebusannya diminum satu kali sehari. Beberapa studi melaporkan bahwa kencur memiliki efek protektif terhadap saluran cerna dan membantu mengurangi ketidaknyamanan lambung.
Di sisi lain, kandungan flavonoid dan senyawa fenolik dalam kencur juga berperan sebagai antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas. Konsumsi kencur dalam bentuk minuman herbal secara rutin namun tidak berlebihan dinilai dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.
Beras Kencur dan Warisan Jamu Nusantara
Salah satu bentuk pemanfaatan kencur yang paling dikenal adalah jamu beras kencur. Minuman tradisional ini telah lama dikonsumsi untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan menjaga kebugaran, terutama pada anak-anak. Meski demikian, para ahli mengingatkan agar konsumsi jamu tetap memperhatikan takaran dan kebersihan bahan (Dalimartha, 2009).
Edukasi Herbal Berbasis Bukti
Para akademisi dan praktisi kesehatan menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan tanaman herbal. Kencur, meskipun alami, tetap perlu digunakan secara bijak, dengan memperhatikan cara pengolahan, frekuensi konsumsi, dan kondisi kesehatan pengguna. Badan POM RI juga menegaskan bahwa obat tradisional sebaiknya digunakan sebagai pendukung kesehatan, bukan pengganti terapi medis (BPOM RI, 2014).
Pemanfaatan kencur menjadi contoh bahwa tanaman herbal lokal memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah dan pengolahan yang tepat, kencur tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berkontribusi pada gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Artikel Opini By : Satria Astazaury Awal










