Ginger Candy Dari Unhas, Alternatif Herbal Pengganti Obat Anti-Mual Muntah

Unit Usaha117 Views

Citizen reporter

apt. Nana Juniarti Djide, S.Si., M.Si.

Dosen Fakultas Farmasi

 

Tim Pelaksana Pengabdian Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus Universitas Hasanuddin (PPUPIK) dari Fakultas Farmasi Unhas menghadirkan inovasi produk baru berupa permen jahe (ginger candy) yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi mual, muntah dan pelega tenggorokan.

Tim PPUPIK dari Fakultas Farmasi Unhas diketuai oleh Prof. Dr. Sartini, M.Si., Apt., dengan anggota tim yaitu Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si., Apt., Nana Juniarti Djide, S.Si., M.Si., Apt.; Dewi Purwaningsih, S.Si,, M.Pharm., Apt.; dan Muh. Agung Ady Mangilep, S.E., M.Si.,serta melibatkan lima mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas. Program pengabdian ini mendapatkan dana internal Unhas dengan nomor kontrak: 02074/UN4.22/PM.01.01/2025.

Prof. Dr. Sartini, M.Si., Apt., selaku ketua tim menjelaskan bahwa produk inovasi permen jahenya ini berbeda dengan permen jahe biasa. Menurutnya, permen jahenya dibuat dengan perhitungan dosis serbuk jahe yang terukur pada setiap butirnya.

“Ginger candy ini dibuat dengan dosis serbuk jahe yang terukur pada setiap butirnya, sehingga manfaatnya lebih terjamin. Formulasi ini menjadikan permen jahe aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan, termasuk ibu hamil yang sering mengalami morning sickness, pasien kemoterapi yang kerap menghadapi efek samping mual, serta orang yang mudah mabuk perjalanan” ujar Prof. Sartini.

Lebih lanjut, Prof. Sartini menjelaskan bahwa di Indonesia sudah ada sekitar 10 kompetitor yang juga memproduksi permen jahe, baik produksi skala rumah tangga maupun secara pabrikasi. Namun, ginger candy produknya ini dibuat dengan mempertimbangkan dosis atau konsentrasi jahe dalam permen, sehingga aman digunakan untuk semua kalangan masyarakat termasuk ibu hamil.

“Dengan pendekatan berbasis bahan alam, permen jahe ini diharapkan dapat menjadi alternatif alami yang lebih aman dibandingkan obat anti-muntah modern” tegas Prof. Sartini.

Ginger candy ini nantinya akan dipromosikan melalui media social dan juga dalam pameran- pameran dengan harga promosi, sekaligus memperkenalkan keunggulan dari produk inovasi ini.

“Produk inovasi ginger candy ini akan menambah produk-produk inovasi dari kampus Universitas Hasanuddin, khususnya Fakultas Farmasi Unhas. Disamping itu, program ini sangat bermanfaat dalam mendorong semangat mahasiswa dalam berwirausaha” ujar Prof. Sartini.

Cara produksi Ginger candy

Permen jahe ini menggunakan bahan baku utama berupa rimpang jahe yang banyak tersedia di pasar pasar tradisional di Makassar. Selanjutnya, bahan baku utama bersama dengan bahan baku penunjang seperti bahan tambahan untuk basis permen.

Produksi ginger candy ini dibagi dalam 4 tahapan yaitu tahapan: input, pemrosesan, output dan pengemasan. Ginger Candy rencana dibuat 4 kali siklus produksi. Pada tahap input dilakukan investasi berupa pembelian alat-alat yang dibutuhkan dalam peroduksi. Selain itu juga dilakukan pembelian bahan baku utama, yaitu jahe dan bahan tambahan seperti: madu, mentol, serta kemasan.

Selanjutnya, pada tahap pemrosesan dilakukan pengerjaan berupa bahan baku utama akan diproses menjadi sari jahe menggunakan alat blender. Selanjutnya ditambahkan bahan tambahan dan dimasak hingga terbentuk cairan kental dan dimasukkan dicetakan.

Tahap Output. Pada tahap ini akan dihasilkan produk permen jahe. Selanjutnya, pada tahap pengemasan dilakukan proses pengemasan dalam kemasan sachet yang berisi 10 permen.

Editor: Aminullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *